Jam Kerja :Senin - Sabtu 08.00 - 16.00 WIBTelp: +62 812-3887-4441

Interior Kamar Tidur Utama Gaya Kadek

Interior-Kamar-Tidur-Utama.jpg

Bagi seorang wanita asli Bali seperti Kadek, menunjukkan segala sesuatu berbau Bali sudah merupakan keharusan. Begitu pula dalam menentukan desain rumah sampai detail interiornya. Ornamen yang akan segera mengingatkan orang kepada Bali, tak akan dilupakannya. Demikian pula dengan Kadek, wanita asli Bali yang sangat paham bagaimana memanjakan matanya dengan semua hal berbau ornamen Bali di dalam rumahnya. Hal itu bisa kita perhatikan bagaimana interior kamar tidur utama miliknya yang menonjolkan citra sangat Bali walaupun ada sentuhan modernitas.

Dan tentu saja untuk mencapai citra khas Bali tersebut, urusannya menjadi tidak gampang terutama kalau sudah menyangkut anggaran. Demi menemukan satu ornamen khas Bali misalnya dan itu merupakan barang langka, mau tidak mau harus merogoh kocek lebih dalam. Tapi kalau sudah masalah pencitraan, anggaran bukan lagi menjadi persoalan. Tentu saja tidak semata-mata ingin menampilkan citra tertentu bila masih memikirkan masalah anggaran.

Ukiran Bali

Memang benar bila sudah masuk ranah seni dan budaya, materi bukanlah segalanya. Makna keberadaan esensi budaya lebih penting dibanding uang yang harus dikeluarkan. Walaupun bagi orang di luar etnis Bali keberadaan ukiran Bali yang rumit merupakan tantangan tersendiri dalam urusan bersih-bersih, tidak demikian bagi seorang Kadek yang sangat mencintai seni ukir Bali.

Tidaklah mengherankan jika Kadek mendesain khusus untuk interior kamar tidur utamanya. Hal ini agar tujuan menampilkan citra dan kesan Bali semakin terasa. Kalaupun interior kamar tidur utama itu tidak bisa dipisahkan dari ukiran Bali yang rumit misalnya, tentu harus sudah diterima sejak sebelumnya rancangan itu benar-benar diwujudkan.

Demikian pula ukiran khas Bali baik dalam bentuk perabotan maupun pernak-pernik yang akan menjadi pengisi ruangan, bagi Kadek misalnya telah menjadi bagian dari sebuah resiko yang harus ditanggung. Namun demikian, dengan fokus untuk menghadirkan citra dan nuansa Bali di rumahnya akan dengan mudah tercapai.

Bangunan Terpisah Untuk Interior Kamar Tidur Utama

Kamar tidur utama Kadek tidak berada di dalam bangunan utama rumahnya, tetapi sebuah bangunan terpisah di belakang rumah. Bangunan berukuran 5×8 meter persegi itu diberi sentuhan Bali, baik eksterior maupun interiornya. Sepintas, kamar tersebut mirip bangunan rumah bertipe kecil atau sebuah bangalow mungil tapi berkesan mewah. Kadek sengaja membuatkan sebuah teras yang lumayan lapang (3×5 meter persegi) tempat ia bisa bersenda gurau dengan keluarga. Kamar tidurnya sendiri hanya 5×5 meter persegi.

Dengan kamar tidur dalam bangunan terpisah, tentu saja akan mengingatkan orang pada susunan sebuah pura tempat ibadah, dimana selalu ada pura induk dan bangunan lainnya yang lebih kecil. Merancang sebuah interior kamar tidur utama yang terpisah dari bangunan induk pun menguatkan citra yang ingin dicapai yakni sebuah bangunan bercitra Bali.

Hal ini juga semakin memudahkan baik merancang interior maupun eksterior. Hanya saja bila merancang sebuah kamar tidur yang terpisah dari bangunan induk seperti itu, jangan sampai terkesan berdiri sendiri. Kesan itu akan muncul apabila rancangan bangunan antara kamar tidur utama yang terpisah dengan bangunan induk terlalu mencolok perbedaannya.

Atap

Budaya Bali yang sangat menyatu dengan alam membuat Kadek menggunakan atap alang-alang untuk kamar tidurnya. Plafonnya pun dibuat agak tinggi, 6 meter, agar tak perlu menggunakan AC. Pintu kamar dibuat agak besar dengan bukaan otomatis sehingga saat cuaca terang pintu lebar tersebut bisa dibuka selebar-lebarnya. Namun, ketika cuaca tidak terlalu mendukung, pintu bisa dibuka seadanya saja.

Begitupun, dengan jendela. Jendela terbuat dari kayu yang juga dibuat cukup besar. Kadek tidak bisa berada di ruangan ber-AC terlalu lama. Oleh karena itu, kamarnya dirancang khusus agar sirkulasi udara selalu bagus dan segar sehingga kamar tidur tetap nyaman.

Baca juga : Tips Memilih Atap Baja Ringan

Dengan pemanasan global yang semakin meningkat, apa yang ditempuh Kadek sebagai seorang perempuan asli Bali tersebut, memang harus dijadikan contoh. Artinya bagaimana merancang sebuah bangunan yang ramah lingkungan, tetap nyaman sekalipun tidak menggunakan penyejuk ruangan. Ruangan tetap terang sekalipun tidak menggunakan lampu penerangan. Alam telah menyediakan berbagai hal, tinggal bagaimana sebenarnya manusia itu sendiri memanfaatkan dan menyiasatinya agar benar-benar bisa optimal.

Alam pikiran Kadek memang berbeda dengan pikiran orang kebanyakan, yang selalu berpikir instan dan praktis. Ketika akan merancang sebuah ruangan misalnya, lebih memikirkan kepada fungsi sehingga bila ruangan terlalu gelap, tinggal menggunakan lampu penerangan.

Begitu pula kalau ruangan terasa pengap karena sirkulasi udara tidak maksimal, cukup disiasati dengan penyejuk ruangan. Padahal dengan pola pikir seperti itu, harus siap mengeluarkan anggaran untuk keperluan tersebut, termasuk juga harus siap dengan semakin panasnya udara sekarang ini.

Kampanye kembali ke alam sebenarnya tak sekedar mempraktekkan bagaimana caranya agar benar-benar memanfaatkan alam semaksimal mungkin untuk tujuan positif, tapi semestinya harus diiringi dengan mempelajari bagaimana nenek moyang dulu bersikap dan memanfaatkan alam.

Alam tidak dianggap sebagai objek yang harus dieksploitasi, melainkan sebuah anugerah yang harus tetap dijaga lestari dan diperbolehkan menggunakan sekedarnya saja. Kearipan tersebut memang masih berlangsung terutama di daerah yang akar tradisinya masih kuat, seperti Bali atau Baduy di Jawa Barat.

Perabotan

Kadek menggunakan tempat tidur terbuat dari kayu jati lengkap dengan ukiran Bali yang khas. Tidak banyak perabotan di kamar tersebut. Selain tempat tidur, ada lemari pakaian 3 pintu dan meja hias yang juga berukiran khas Bali.

Kamar tersebut dilengkapi sebuah kamar mandi terbuka yang sangat alami dan taman kecil lengkap dengan bunga serta bebatuan putih di sisi kanannya. Demi keamanan, atap kamar mandi dibuat bisa ditutup bilamana dibutuhkan. Apalagi, ketika hujan turun. Walaupun begitu, bagian toiletnya tidak terbuka.

Dengan rancangan seperti itu bisa dibayangkan bagaimana bersatunya dengan alam tanpa harus kehilangan modernitasnya. Barangkali ini pula yang ingin dicapai Kadek ketika merancang kamar tidur utama lengkap dengan segala pernak-pernik dan perabotan penunjangnya.

Dinding

Kadek menggunakan beberapa ornamen kayu sebagai bahan dinding kamar tidurnya. Kayu jati berkualitas prima tersebut sengaja dipesan khusus untuk membuat kamar tidur impiannya itu. Jadi, sifat kayu yang dingin membuat kamar tidur tersebut selalu sejuk.

Sebagai pengharum ruangan, Kadek tidak menggunakan pengharum ruangan buatan pabrik. Setiap dua hari sekali, wanita energik ini mengganti pengharum ruangan yang terbuat dari berbagai jenis bunga dan pandan sehingga keharuman kamar tidurnya tetap terjaga.

Kadek memang cukup cerdik mensiasati segala sesuatu tanpa harus tergantung kepada hal-hal yang instan. Dengan sendirinya selain mampu menciptakan sebuah ruangan yang nyaman, sejuk dan wangi, tapi pada saat yang sama tidak meninggalkan bekas buangan yang tidak ramah lingkungan sekaligus juga tidak semakin memperparah keadaan lingkungan yang sudah demikian rusak ini. Sebuah langkah bijak apa yang dilakukan Kadek ini.

Ornamen Hiasan

Kadek tidak terlalu banyak menghiasi kamar tidurnya. Hanya ada satu lukisan bunga, jam dinding berbentuk bunga teratai yang terbuat dari bahan alami, dan kaca di dindingnya.

PT. Anugerah Alam Utama (Master Tukang)

Alamat Pabrik & Workshop

Jl. Veteran No 25, Selomanen, Purwokerto,
Ngadiluwih – Kediri

+62 812 3887 4441

www.mastertukang.co.id

[email protected]

Ikuti Aktivitas Kami

Sosial Media



Apa Yang Bisa Kami Lakukan

Layanan Kami

– Kontraktror ACP
– Jasa Curtain Wall
– Pabrik Plat Ornamen
– Kontraktor Baja WF
– Pembuatan Pagar
– Jasa Pasang Kanopi
– Jasa Advertising
– Jasa Aluminium
– Jasa Partisi Kaca & Pintu Kaca